Jumat, 23 Desember 2016

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ASUHAN KEBIDANAN III (NIFAS)



PENELITIAN TINDAKAN KELAS

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN METODE DISCOVERY PADA MAHASISWA D-III KEBIDANAN 
SEMESTER III DALAM MATA KULIAH ASUHAN
 KEBIDANAN III (NIFAS)




DISUSUN OLEH :
DESSY YUNITA DEWI, S.Tr.Keb






UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI DIII KEBIDANAN
2016
BAB I PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
DIII Kebidanan merupakan lembaga pendidikan yang berorentasi di bidang kesehatan khususnya kebidanan, dimana lulusannya itu akan mengabdi pada masyarakat sehingga harus dapat meningkatkan kualitas agar dipercaya dan bisa bersaing dalam dunia kerja. Pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kebidanan, harus ditanamkan pada mahasiswa di DIII Kebidanan. Berbagai langkah pengembangan mutu dijalani antara lain dengan meningkatkan kualitas DIII Kebidanan. Kualitas tersebut ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain: faktor dari peserta didik yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor dari dalam siswa dan faktor dari luar siswa atau faktor dari lingkungan (Nana Sudjana, 2010).
Rendahnya mutu pendidikan salah satunya disebabkan proses pembelajaran yang belum efektif. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif, salah satunya dengan cara menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai  dengan sasaran. Penggunaan model pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan oleh dosen agar seorang mahasiswa dapat maksimal dalam memahami materi pelajaran, sehingga setelah melakukan pembelajaran maahasiswa akan memiliki kompetensi sebagaimana tuntutan dari materi pelajaran yang dipelajari. Berbagai macam model pembelajaran yang diimplementasikan mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing-masing. Suatu model mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain.
Asuhan kebidanan III (Nifas) merupakan salah satu mata kuliah yang  termasuk dalam kelompok mata kuliah produktif. Beberapa topik yang dikuasai dalam asuhan kebidanan III (Nifas) antara lain : menguasai dasar konsep dasar masa nifas, respon orang tua terhadap bayi baru lahir, proses adaptasi, fisiologi dan psikologi masa nifas, keutuhan dasar masa nifas, melaksanakan asuhan kebidanan pada masa nifas, melaksanakan kunjungan rumah pada ibu masa nifas, deteksi dini komplikasi masa nifas dan pendokumentasiannya. Menghadapi hal tersebut perlu dilaksanakan penataan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dalam hal ini, perlu adanya perubahan yang memberi arah bahwa pendidikan adalah kehidupan. Proses pembelajaran sedapat mungkin melibatkan para pelajar dalam memecahkan permasalahan, mengijinkan para pelajar untuk aktif membangun dan mengatur pembelajarannya, dan dapat menjadikan pelajar yang realistis.
Proses pengajaran cenderung berpusat pada guru (teacher centered), konsep yang diajarkan guru hanya digambarkan di papan tulis dan disampaikan secara lisan. Di sini guru berperan mentransfer materi namun terkadang kurang melibatkan keaktifan siswa yang akhirnya siswa hanya menerima secara verbalisme dan sibuk mencatat materi yang disampaikan guru. Pembelajaran yang hanya menggunakan komunikasi satu arah dapat mengurangi kreativitas siswa dalam mengkonstruk pengetahuan dalam dirinya. Banyak siswa yang merasa bingung dan sulit mendalami dengan materi yang telah disampaikan guru, akibatnya siswa cenderung malas untuk mencari informasi dari luar atau dari berbagai sumber referensi. Hal ini bisa mempengaruhi pada kurangnya pemahaman konsep siswa terhadap materi yang diajarkan. Perkembangan dalam kegiatan proses belajar mengajar diharapkan mahasiswa mengalami perubahan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi mahasiswa dalam proses belajar mengajar yaitu metode yang digunakan dosen dalam menyampaikan informasi/program diklat. Ketika metode yang digunakan tidak sesuai, mungkin saja tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai.
Dengan memperhatikan masalah-masalah yang telah diuraikan di atas dan diperoleh fakta bahwa masih rendahnya aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Maka dalam penelitian ini penulis akan memberikan tindakan-tindakan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan bermuara pada peningkatan untuk memperbaiki kinerja sebagai dosen sehingga hasil belajar mahasiswa dapat meningkat, merupakan sebuah metode penelitian yang dinamakan dengan Penilaian Tindakan Kelas. Tindakan kelas tersebut dapat menggunakan metode yang menyenangkan, meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diperoleh dengan pembelajaran metode Discovery. Metode discovery learning merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dosen dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Metode ini juga dapat digunakan untuk menjembatani cara mahasiswa menguasai materi perkuliahan dengan penanaman nilai karakter, serta pengembangan kreatifitas yang seharusnya diterapkan oleh mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut maka dalam proses pembelajaran Asuhan Kebidanan III (Nifas) perlumenggunakan metode discovery learning yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi, inisiatif, kreatifitas sehingga dapat meningkatkan nilai prestasi belajar mahasiswa.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar mahasiswa D-III Kebidanan pada mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas)?
2.      Bagaimana pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap prestasi belajar mahasiswa D-III Kebidanan pada mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas)?

C.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Tujuan Umum
Untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa semester 3 DIII kebidanan dalam mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas).

2.      Tujuan Khusus
Untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa semester 3 D-III kebidanan dalam mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas) melalui penggunaan metode pembelajaran discovery learning.

D.    MANFAAT PENELITIAN
1.      Manfaat Teoritis
a)      Mendapatkan teori baru tentang peningkatan motivasi belajar melalui penggunaan metode pembelajaran discovery (discovery learning).
b)      Mendapatkan teori baru tentang peningkatan prestasi belajar melalui penggunaan metode pembelajaran dicovery (discovery learning).
c)      Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya sehingga motivasi dan prestasi belajar mahasiswa terus meningkat.
2.      Manfaat Praktis
a)      Manfaat bagi mahasiswa
Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas).
b)      Manfaat bagi dosen
Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi Asuhan Kebidanan III (Nifas).
c)      Manfaat bagi pimpinan perguruan tinggi
Memberikan masukan kepada ketua sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di institusi tersebut.

BAB II LANDASAN TEORI

A.    Teori Variabel Masalah
  1. Motivasi belajar
Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000).

  1. Prestasi belajar
Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran.
Prestasi belajar merupakan ukuran keberhasilan yang diperoleh siswa selama proses belajarnya. Keberhasilan itu ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Menurut Dimyati itu ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Menurut Dimyati Mahmud (1989), mengatakan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa mencakup : “faktor internal dan faktor eksternal”. sebagai berikut :

a)      Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, yang terdiri dari N. Ach (Need For Achievement) yaitu kebutuhan atau dorongan atau motif untuk berprestasi.
b)      Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar si pelajar. Hal ini dapat berupa sarana prasarana, situasi lingkungan baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Menurut pendapat Rooijakkers yang diterjemahkan oleh Soenoro (1982), mengatakan bahwa “Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah faktor yang berasal dari pelajar, faktor yang berasal dari pengajar”. Kedua faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
c)      Faktor yang berasal dari si pelajar (siswa)
Faktor ini meliputi motivasi, perhatian pada mata pelajaran yang berlangsung, tingkat peneirmaan dan pengingatan bahan, kemampuan menerapkan apa yang dipelajari, kemampuan mereproduksi dan kemampuan menggeneralisasi.
d)     Faktor yang berasal dari pengajar (guru)
Faktor ini meliputi kemampuan membangun hubungan dengan pelajar, kemampuan menggerakkan minat pelajaran, kemampuan memberikan penjelasan, kemampuan menyebutkan pokok-pokok masalah yang diajarkan, kemampuan mengarahkan perhatian pada pelajaran yang sedang berlangsung, kemampuan memberikan tanggapan terhadap reaksi. Dari pendapat Rooijakkers tentang faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat diberikan kesimpulan bahwa prestasi siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari diri pelajar dan faktor yang berasal dari pengajar (guru).


B.     Teori Variabel Tindakan
Pembelajaran Pengembangan Kreatifitas (Discovery Learning)
Metode discovery learning merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dosen dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Metode ini juga dapat digunakan untuk menjembatani cara mahasiswa menguasai materi perkuliahan dengan penanaman nilai karakter, serta pengembangan kreatifitas yang seharusnya diterapkan oleh mahasiswa.
Berdasarkan hal tersebut maka dalam proses pembelajaran Asuhan Kebidanan III (Nifas) perlu menggunakan metode discovery learning yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi, inisiatif, kreatifitas sehingga dapat meningkatkan nilai prestasi belajar mahasiswa.

C.    Kerangka Berfikir
Proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila proses itu direncanakan dengan baik. Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik. Perencanaan itu meliputi pembuatan rencana pembelajaran yang akan diterapkan. Pembelajaran discovery learning dapat bertambah efektif, apabila dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah.
Penerapan model discovery learning dalam pembelajarannya dilaksanakan dengan mempertimbangkan karakteristik dan cara belajar mahasiswa DIII Kebidanan semester 3 serta memperhatikan teori-teori belajar yang mendukung. Harapannya akan meningkatkan aktivitas belajar secara maksimal baik kelompok maupun individu dengan peran guru sebagai fasilitator.


BAB III METODE PENELITIAN
METODE PENELITIAN

A.    Setting Penelitian & Karakteristik Subjek Penelitian
  1. Waktu penelitian
a)      Penelitian ini dilakukan pada waktu melakukan proses belajar mengajar mata kuliah asuhan kebidanan III (Nifas) yaitu Desember 2016.
b)      Penelitian dilakukan pada waktu proses belajar mengajar karena untuk memudahkan peneliti dalam mengobservasi secara langsung.
  1. Tempat penelitian
1)      Penelitian ini dilakukan di Universitas Ngudi Waluyo pada mahasiswa prodi DIII kebidanan Semester 3.
2)      Penelitian ini dilakukan di Universitas Ngudi Waluyo pada mahasiswa prodi DIII kebidanan Semester 3 karena dosen tersebut menjadi tenaga pendidik di kampus tersebut dan ingin meneliti kekurangan dan kelemahan dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa.
  1. Subjek penelitian
Subjek penelitiannya adalah seluruh mahasiswa DIII kebidanan Semester 3

B.     Prosedur/Siklus Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari 2 siklus. Langkah-langkah dalam siklus terdiri dari :
a)      Planning
Penelitian tindakan memerlukan beberapa siklus dalam upaya mencapai hasil sesuai yang diinginkan. Tiap siklus dilakukan perubahan sesuai dengan maksud penelitian yang ingin dicapai. Untuk dapat melihat kelemahan peserta didik dalam penguasaan kompetensi pada suatu proses belajar mengajar dilakukan evaluasi di akhir pada setiap siklusnya. Selanjutnya, observasi dilakukan untuk mengetahui tindakan yang tepat untuk meminimalkan kelemahan-kelemahan tersebut. Kedua tindakan ini evaluasi dan pengamatan, digunakan sebagai refleksi menetapkan tindakan untuk meminimalkan kelemahan peserta didik.
b)      Acting
Pelaksanaan penelitian tindakan ini direncanakan selama dua siklus. Setiap siklusnya proses pembelajaran mata kuliah asuhan kebidanan III (Nifas) dengan strategi pembelajaran kooperatif. Dalam setiap siklus terdapat beberapa kegiatan yang meliputi perencanaan, tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta refleksi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Siklus I
Pada siklus I ini proses pembelajaran mata kuliah asuhan kebidanan III (Nifas) direncanakan dua kali pertemuan, Mahasiswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok, dimana untuk pertemuan pertama  permasalahan yang diberikan pada setiap kelompok dibuat secara umum atau dengan tema yang sama. Untuk memperlancar dan mempermudah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan modul Asuhan Kebidanan III (Nifas) agar materi pembelajaran mudah dipahami
2)      Siklus II
Berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus I, maka dilakukan revisi pada rancangan tindakan siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini merupakan kelanjutan pada siklus I yang dinyatakan belum mencapai standar yang diterapkan. Dosen merubah rancangan tindakan yang dilakukan pada siklus II berdasarkan hasil observasi pada siklus I. Dimana pada siklus ke II ini permasalahan yang diberikan untuk setiap kelompok dibedakan atau dengan tema berbeda-beda sehingga peneliti dapat memahami seberapa besar mahasiswa tersebut dapat memecahkan masalah saat diskusi berlangsung.

c)      Observing
Pada waktu melakukan tindakan, dilakukan pengamatan secara rinci dan teliti, dilakukan pencatatan dan apabila perlu dilakukan perekaman.
d)     Reflecting
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar dan hasil belajar mahasiswa meningkat dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran ini berpusat pada mahasiswa (student oriented). Mahasiswa dalam proses pembelajaran berpeluang untuk aktif, baik secara fisik maupun mental. Mahasiswa membentuk dan menjalankan langsung proses pembelajaran mengajar dan pada pembelajaran ini mahasiswa sangat diutamakan untuk belajar sendiri (self directing learning). Melalui peluang ini, mahasiswa merasa mendapatkan perlakuan istimewa sebagai sosok pelajar. Mahasiswa juga dibebaskan untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang didapatkan melalui modul yang diberikan ataupun mencari informasi tersebut di internet. Hal inilah yang membawa konsekuensi logis tumbuhnya keaktifan dan meningkatnya hasil belajar.
Tindakan meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Asuhan Kebidnaan III (Nifas) dari hasil refleksi tindakan siklus I dosen perlu memberikan bimbingan lebih intensif kepada mahasiswa sehingga diskusi tidak hanya didominasi oleh mahasiswa yang pintar melainkan oleh semua mahasiswa yang ikut terlibat dalam diskusi team. Dosen menegur mahasiswa yang melakukan tindakan negatif seperti mengobrol, mengantuk dan mengganggu temannya yang sedang melakukan diskusi tim. Biasanya mahasiswa yang duduk dibagian belakang yang selalu ribut dan mengganggu teman yang lain. Dari hasil observasi siklus II bahwa proses pembelajaran mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas) menunjukkan hasil yang sudah optimal. Pada siklus II ini menunjukkan peningkatan dari siklus I. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya perhatian mahasiswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan dosen. Aktivitas seperti ngobrol, mengganggu temannya, melamun sudah berkurang pada siklus II. Aktivitas mahasiswa pada siklus II sudah baik. Sedangkan dari hasil tes yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran siklus II, ternyata telah mencapai standar yang telah ditetapkan.

C.    Pengumpulan Data
  1. Sumber data
a)      Sumber data dari mahasiswa sebagai subjek penelitian
b)      Sumber data lain dari dosen lain atau teman sejawat
  1. Teknik dan alat pengumpulan data
a)      Teknik pengumpulan data : observasi
b)      Alat pengumpulan data : lembar observasi
  1. Validasi data
a)      Dari data hasil belajar dilakukan analisis secara kualitatif
b)      Proses pembelajaran (observasi) yang divalidasi datanya melalui triangulasi : triangulasi metode

D.    Analisis Data
Menggunakan analisis deskriptif artinya dari data penelitian yang diperoleh disajikan apa adanya sesuai dengan keadaan di kelas kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran mengenai fakta yang ada. Sedangkan untuk mengukur prestasi belajar mahasiswa menggunakan sistem nilai rata-rata kelas pada hasil evaluasi tiap siklus.

E.     Indikator Kinerja
a)      Dosen terampil menggunakan metode pembelajaran pengembangan kreatifitas (discovery learning) yang ditandai dengan aktifvitas dosen minimal baik dalam lembar observasi
b)      Terjadi perubahan sikap dan perilaku mahasiswa dalam proses pembelajaran yakni menunjukkanperilaku aktif, baik secara fisik maupun mental. Dapat membentuk dan menjalankan langsung proses pembelajaran mengajar yang ditandai dengan aktivitas mahaiswa minimal baik dalam lembar observasi.
c)      80% mahasiswa mengalami peningkatan prestasi belajar dalam pembelajaran yang ditandai dengan perolehan pengamatan dengan kriteria 80% berkategori baik dalam aktivitas belajar mahasiswa




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar