PENELITIAN TINDAKAN KELAS
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN METODE
DISCOVERY PADA MAHASISWA D-III KEBIDANAN
SEMESTER III DALAM MATA KULIAH ASUHAN
KEBIDANAN
III (NIFAS)

DISUSUN OLEH :
DESSY YUNITA DEWI, S.Tr.Keb
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI DIII KEBIDANAN
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
DIII Kebidanan merupakan lembaga pendidikan yang
berorentasi di bidang kesehatan khususnya kebidanan, dimana lulusannya itu akan
mengabdi pada masyarakat sehingga harus dapat meningkatkan kualitas agar
dipercaya dan bisa bersaing dalam dunia kerja. Pengetahuan dan keterampilan
yang relevan dengan dunia kebidanan, harus ditanamkan pada mahasiswa di DIII
Kebidanan. Berbagai langkah pengembangan mutu dijalani antara lain dengan
meningkatkan kualitas DIII Kebidanan. Kualitas tersebut ditentukan oleh
berbagai faktor, antara lain: faktor dari peserta didik yang terdiri dari dua
faktor yaitu faktor dari dalam siswa dan faktor dari luar siswa atau faktor
dari lingkungan (Nana Sudjana, 2010).
Rendahnya mutu pendidikan salah satunya disebabkan
proses pembelajaran yang belum efektif. Untuk mewujudkan pembelajaran yang
efektif, salah satunya dengan cara menggunakan metode dan strategi pembelajaran
yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan
sasaran. Penggunaan model pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
dosen agar seorang mahasiswa dapat maksimal dalam memahami materi pelajaran,
sehingga setelah melakukan pembelajaran maahasiswa akan memiliki kompetensi
sebagaimana tuntutan dari materi pelajaran yang dipelajari. Berbagai macam
model pembelajaran yang diimplementasikan mempunyai karakteristik tertentu
dengan segala kelebihan dan kelemahan masing-masing. Suatu model mungkin baik untuk suatu tujuan
tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin
tidak tepat untuk situasi yang lain.
Asuhan kebidanan III (Nifas) merupakan salah satu mata
kuliah yang termasuk dalam kelompok mata kuliah produktif. Beberapa
topik yang dikuasai dalam asuhan kebidanan III (Nifas) antara lain :
menguasai dasar konsep dasar masa nifas, respon orang tua terhadap bayi
baru lahir, proses adaptasi, fisiologi dan psikologi masa nifas, keutuhan dasar
masa nifas, melaksanakan asuhan kebidanan pada masa nifas, melaksanakan
kunjungan rumah pada ibu masa nifas, deteksi dini komplikasi masa nifas
dan pendokumentasiannya. Menghadapi
hal tersebut perlu dilaksanakan penataan secara menyeluruh, terutama berkaitan
dengan kualitas pendidikan serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan
dunia kerja. Dalam hal ini, perlu adanya perubahan yang memberi arah bahwa
pendidikan adalah kehidupan. Proses pembelajaran sedapat mungkin melibatkan
para pelajar dalam memecahkan permasalahan, mengijinkan para pelajar untuk
aktif membangun dan mengatur pembelajarannya, dan dapat menjadikan pelajar yang
realistis.
Proses pengajaran cenderung berpusat pada guru (teacher
centered), konsep yang diajarkan guru hanya digambarkan di papan tulis dan
disampaikan secara lisan. Di sini guru berperan mentransfer materi namun
terkadang kurang melibatkan keaktifan siswa yang akhirnya siswa hanya menerima
secara verbalisme dan sibuk mencatat materi yang disampaikan guru. Pembelajaran
yang hanya menggunakan komunikasi satu arah dapat mengurangi kreativitas siswa
dalam mengkonstruk pengetahuan dalam dirinya. Banyak siswa yang merasa bingung
dan sulit mendalami dengan materi yang telah disampaikan guru, akibatnya siswa
cenderung malas untuk mencari informasi dari luar atau dari berbagai sumber
referensi. Hal ini bisa mempengaruhi pada kurangnya pemahaman konsep siswa
terhadap materi yang diajarkan. Perkembangan dalam kegiatan proses belajar
mengajar diharapkan mahasiswa mengalami perubahan kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotor. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi mahasiswa dalam
proses belajar mengajar yaitu metode yang digunakan dosen dalam menyampaikan
informasi/program diklat. Ketika metode yang digunakan tidak sesuai, mungkin
saja tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai.
Dengan memperhatikan masalah-masalah yang telah
diuraikan di atas dan diperoleh fakta bahwa masih rendahnya aktivitas dan hasil
belajar mahasiswa. Maka dalam penelitian ini penulis akan memberikan
tindakan-tindakan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang
akan bermuara pada peningkatan untuk memperbaiki kinerja sebagai dosen sehingga
hasil belajar mahasiswa dapat meningkat, merupakan sebuah metode penelitian
yang dinamakan dengan Penilaian Tindakan Kelas. Tindakan kelas tersebut dapat
menggunakan metode yang menyenangkan, meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal
ini dapat diperoleh dengan pembelajaran metode Discovery. Metode discovery learning merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dosen
dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Metode ini juga dapat
digunakan untuk menjembatani cara mahasiswa menguasai materi perkuliahan dengan
penanaman nilai karakter, serta pengembangan kreatifitas yang seharusnya
diterapkan oleh mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut maka dalam proses pembelajaran Asuhan
Kebidanan III (Nifas) perlumenggunakan
metode discovery learning yang
diharapkan dapat meningkatkan motivasi, inisiatif, kreatifitas sehingga dapat
meningkatkan nilai prestasi belajar mahasiswa.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar
mahasiswa D-III Kebidanan pada mata kuliah Asuhan
Kebidanan III (Nifas)?
2. Bagaimana pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap prestasi belajar
mahasiswa D-III Kebidanan pada mata kuliah Asuhan
Kebidanan III (Nifas)?
C.
TUJUAN
PENELITIAN
1.
Tujuan
Umum
Untuk
meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa semester 3 DIII kebidanan dalam
mata kuliah Asuhan
Kebidanan III (Nifas).
2.
Tujuan
Khusus
Untuk
meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa semester 3 D-III kebidanan dalam
mata kuliah Asuhan
Kebidanan III (Nifas)
melalui penggunaan metode pembelajaran discovery learning.
D.
MANFAAT
PENELITIAN
1.
Manfaat
Teoritis
a) Mendapatkan
teori baru tentang peningkatan motivasi belajar melalui penggunaan metode
pembelajaran discovery (discovery
learning).
b) Mendapatkan
teori baru tentang peningkatan prestasi belajar melalui penggunaan metode
pembelajaran dicovery (discovery
learning).
c) Sebagai
dasar untuk penelitian selanjutnya sehingga motivasi dan prestasi belajar
mahasiswa terus meningkat.
2.
Manfaat
Praktis
a) Manfaat
bagi mahasiswa
Meningkatkan motivasi
dan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Asuhan Kebidanan
III (Nifas).
b) Manfaat
bagi dosen
Memberikan
informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi Asuhan
Kebidanan III (Nifas).
c) Manfaat
bagi pimpinan perguruan
tinggi
Memberikan
masukan kepada ketua sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di institusi
tersebut.
BAB II LANDASAN TEORI
A.
Teori Variabel Masalah
- Motivasi belajar
Motivasi adalah daya dalarn
diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan
seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai
serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses
untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk
memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri
individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan
tertentu (Usman, 2000).
- Prestasi belajar
Belajar dapat membawa suatu
perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman
tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar
merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam
proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991), prestasi belajar
adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi
belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang
diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran.
Prestasi belajar
merupakan ukuran keberhasilan yang diperoleh siswa selama proses belajarnya.
Keberhasilan itu ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Menurut
Dimyati itu ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Menurut Dimyati
Mahmud (1989), mengatakan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar siswa mencakup : “faktor internal dan faktor eksternal”. sebagai
berikut :
a)
Faktor
Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam
diri siswa itu sendiri, yang terdiri dari N. Ach (Need For Achievement) yaitu kebutuhan atau dorongan atau motif
untuk berprestasi.
b)
Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar
si pelajar. Hal ini dapat berupa sarana prasarana, situasi lingkungan baik itu
lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Menurut pendapat
Rooijakkers yang diterjemahkan oleh Soenoro (1982), mengatakan bahwa “Faktor
yang mempengaruhi prestasi belajar adalah faktor yang berasal dari pelajar,
faktor yang berasal dari pengajar”. Kedua faktor tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut :
c)
Faktor
yang berasal dari si pelajar (siswa)
Faktor ini meliputi motivasi, perhatian pada mata
pelajaran yang berlangsung, tingkat peneirmaan dan pengingatan bahan, kemampuan
menerapkan apa yang dipelajari, kemampuan mereproduksi dan kemampuan
menggeneralisasi.
d)
Faktor
yang berasal dari pengajar (guru)
Faktor ini meliputi kemampuan membangun hubungan
dengan pelajar, kemampuan menggerakkan minat pelajaran, kemampuan memberikan
penjelasan, kemampuan menyebutkan pokok-pokok masalah yang diajarkan, kemampuan
mengarahkan perhatian pada pelajaran yang sedang berlangsung, kemampuan memberikan
tanggapan terhadap reaksi. Dari pendapat Rooijakkers tentang faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat diberikan kesimpulan bahwa prestasi
siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari diri pelajar dan
faktor yang berasal dari pengajar (guru).
B.
Teori Variabel Tindakan
Pembelajaran Pengembangan
Kreatifitas (Discovery Learning)
Metode
discovery learning merupakan
salah satu metode yang dapat digunakan dosen dalam menyampaikan materi dalam
proses pembelajaran. Metode ini juga dapat digunakan untuk menjembatani cara
mahasiswa menguasai materi perkuliahan dengan penanaman nilai karakter, serta
pengembangan kreatifitas yang seharusnya diterapkan oleh mahasiswa.
Berdasarkan hal tersebut maka
dalam proses pembelajaran Asuhan Kebidanan
III (Nifas) perlu menggunakan metode discovery learning yang diharapkan dapat
meningkatkan motivasi, inisiatif, kreatifitas sehingga dapat meningkatkan nilai
prestasi belajar mahasiswa.
C.
Kerangka Berfikir
Proses pembelajaran dapat berjalan
dengan baik apabila proses itu direncanakan dengan baik. Pembelajaran yang
efektif memerlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik. Perencanaan
itu meliputi pembuatan rencana pembelajaran yang akan diterapkan. Pembelajaran discovery
learning dapat bertambah efektif, apabila dikembangkan sesuai dengan
kondisi lingkungan sekolah.
Penerapan model discovery learning dalam
pembelajarannya dilaksanakan dengan mempertimbangkan karakteristik dan cara
belajar mahasiswa DIII Kebidanan semester 3
serta memperhatikan teori-teori belajar yang mendukung. Harapannya akan meningkatkan aktivitas
belajar secara maksimal baik kelompok maupun individu dengan peran guru sebagai
fasilitator.
BAB III METODE PENELITIAN
METODE
PENELITIAN
A.
Setting
Penelitian & Karakteristik Subjek Penelitian
- Waktu penelitian
a)
Penelitian ini
dilakukan pada waktu melakukan proses belajar mengajar mata kuliah asuhan
kebidanan III (Nifas) yaitu Desember
2016.
b)
Penelitian dilakukan
pada waktu proses belajar mengajar karena untuk memudahkan peneliti dalam
mengobservasi secara langsung.
- Tempat penelitian
1)
Penelitian ini
dilakukan di Universitas Ngudi Waluyo pada
mahasiswa prodi DIII kebidanan Semester 3.
2)
Penelitian ini
dilakukan di Universitas Ngudi Waluyo pada
mahasiswa prodi DIII kebidanan Semester 3
karena dosen tersebut menjadi tenaga pendidik di kampus tersebut dan
ingin meneliti kekurangan dan kelemahan dalam meningkatkan motivasi dan
prestasi belajar mahasiswa.
- Subjek penelitian
Subjek
penelitiannya adalah seluruh mahasiswa DIII kebidanan Semester 3
B.
Prosedur/Siklus Penelitian
Penelitian
ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari
2 siklus. Langkah-langkah dalam
siklus terdiri dari :
a) Planning
Penelitian
tindakan memerlukan beberapa siklus dalam upaya mencapai hasil sesuai yang
diinginkan. Tiap siklus dilakukan perubahan sesuai dengan maksud penelitian
yang ingin dicapai. Untuk dapat melihat kelemahan peserta didik dalam
penguasaan kompetensi pada suatu proses belajar mengajar dilakukan evaluasi di
akhir pada setiap siklusnya. Selanjutnya, observasi dilakukan untuk mengetahui
tindakan yang tepat untuk meminimalkan kelemahan-kelemahan tersebut. Kedua
tindakan ini evaluasi dan pengamatan, digunakan sebagai refleksi menetapkan
tindakan untuk meminimalkan kelemahan peserta didik.
b) Acting
Pelaksanaan
penelitian tindakan ini direncanakan selama dua siklus. Setiap siklusnya proses
pembelajaran mata kuliah asuhan kebidanan III
(Nifas) dengan strategi
pembelajaran kooperatif. Dalam setiap siklus terdapat beberapa kegiatan yang meliputi
perencanaan, tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta refleksi dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
1) Siklus I
Pada siklus I
ini proses pembelajaran mata kuliah asuhan kebidanan III (Nifas) direncanakan
dua kali pertemuan, Mahasiswa dikelompokkan menjadi 8 kelompok, dimana untuk
pertemuan pertama permasalahan yang diberikan pada setiap kelompok
dibuat secara umum atau dengan tema yang sama. Untuk memperlancar dan
mempermudah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan modul
Asuhan Kebidanan III
(Nifas) agar materi pembelajaran mudah dipahami
2) Siklus II
Berdasarkan
hasil refleksi tindakan siklus I, maka dilakukan revisi pada rancangan tindakan
siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini merupakan kelanjutan pada
siklus I yang dinyatakan belum mencapai standar yang diterapkan. Dosen merubah
rancangan tindakan yang dilakukan pada siklus II berdasarkan hasil observasi
pada siklus I. Dimana pada siklus ke II ini permasalahan yang diberikan untuk
setiap kelompok dibedakan atau dengan tema berbeda-beda sehingga peneliti dapat
memahami seberapa besar mahasiswa tersebut dapat memecahkan masalah saat diskusi
berlangsung.
c) Observing
Pada waktu melakukan tindakan, dilakukan
pengamatan secara rinci dan teliti, dilakukan pencatatan dan apabila perlu
dilakukan perekaman.
d)
Reflecting
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa aktivitas belajar dan hasil belajar mahasiswa
meningkat dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran
ini berpusat pada mahasiswa (student oriented). Mahasiswa
dalam proses pembelajaran berpeluang untuk aktif, baik secara fisik maupun
mental. Mahasiswa
membentuk dan menjalankan langsung proses pembelajaran mengajar dan pada
pembelajaran ini mahasiswa sangat diutamakan untuk belajar sendiri (self
directing learning). Melalui peluang ini, mahasiswa merasa
mendapatkan perlakuan istimewa sebagai sosok pelajar. Mahasiswa
juga dibebaskan untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang
didapatkan melalui modul yang diberikan ataupun mencari informasi tersebut di
internet. Hal inilah yang membawa konsekuensi logis tumbuhnya keaktifan dan
meningkatnya hasil belajar.
Tindakan meningkatkan
hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Asuhan
Kebidnaan III (Nifas)
dari hasil refleksi tindakan siklus I dosen perlu memberikan bimbingan lebih
intensif kepada mahasiswa sehingga diskusi tidak hanya didominasi oleh
mahasiswa yang pintar melainkan oleh semua mahasiswa yang ikut terlibat dalam
diskusi team. Dosen menegur mahasiswa yang melakukan tindakan negatif seperti
mengobrol, mengantuk dan mengganggu temannya yang sedang melakukan diskusi tim.
Biasanya mahasiswa yang duduk dibagian belakang yang selalu ribut
dan mengganggu teman yang lain. Dari hasil observasi siklus II bahwa proses
pembelajaran mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas) menunjukkan hasil yang
sudah optimal. Pada siklus II ini menunjukkan peningkatan dari siklus I. Hal
ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya perhatian mahasiswa terhadap materi
pembelajaran yang disampaikan dosen. Aktivitas seperti ngobrol, mengganggu
temannya, melamun sudah berkurang pada siklus II. Aktivitas mahasiswa pada
siklus II sudah baik. Sedangkan dari hasil tes yang dilaksanakan pada akhir
pembelajaran siklus II, ternyata telah mencapai standar yang telah ditetapkan.
C.
Pengumpulan Data
- Sumber data
a)
Sumber data dari
mahasiswa sebagai subjek penelitian
b)
Sumber data lain dari
dosen lain atau teman sejawat
- Teknik dan alat pengumpulan data
a)
Teknik pengumpulan data : observasi
b)
Alat pengumpulan data : lembar observasi
- Validasi data
a)
Dari data hasil belajar
dilakukan analisis secara kualitatif
b)
Proses pembelajaran (observasi) yang
divalidasi datanya melalui triangulasi : triangulasi
metode
D.
Analisis
Data
Menggunakan analisis deskriptif artinya
dari data penelitian yang diperoleh disajikan apa adanya sesuai dengan keadaan
di kelas kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran
mengenai fakta yang ada. Sedangkan untuk mengukur prestasi belajar mahasiswa
menggunakan sistem nilai rata-rata kelas pada hasil evaluasi tiap siklus.
E.
Indikator
Kinerja
a)
Dosen terampil
menggunakan metode pembelajaran pengembangan kreatifitas (discovery learning) yang ditandai dengan
aktifvitas dosen minimal baik dalam lembar observasi
b)
Terjadi perubahan sikap
dan perilaku mahasiswa dalam proses pembelajaran yakni menunjukkanperilaku aktif, baik secara fisik maupun mental. Dapat
membentuk dan menjalankan langsung proses pembelajaran mengajar yang
ditandai dengan aktivitas mahaiswa minimal baik dalam lembar observasi.
c)
80% mahasiswa mengalami
peningkatan prestasi belajar dalam pembelajaran yang ditandai dengan perolehan
pengamatan dengan kriteria 80% berkategori baik dalam aktivitas belajar mahasiswa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar